Minggu, 12 Februari 2017

Budidaya Tanaman Timun Suri dan Selada


Budidaya Timun Suri

Timun suri, dari sisi nama dan bentuknya, orang banyak mengasosiasikan tanaman ini dengan sebagai jenis-jenis mentimun. Namun tahukah anda, timun suri sesungguhnya lebih mendekati tanaman melon, semangka dan blewah dibanding mentimun?

Riset yang dilakukan Laboratorium Biologi Genetika UGM mengatakan timun suri memiliki kromosom inti selnya 2n=24, sementara mentimun 2n=14.  Bentuk daunnya lebih membulat seperti melon, sedangkan mentimun meruncing. Bijinya juga demikian, lebih pendek seperti melon.

Petani mengenal timun suri sebagai tanaman yang memiliki hama seperti mentimun. Upaya pengendaliannya pun biasanya diperlakukan sama. Hanya saja tanaman ini lebih bandel dalam menghadapi hama-hama tersebut. Hal ini salah satunya disebabkan oleh keserampakan dalam pertumbuhan cabang dan tunas batangnya yang cukup banyak dan kokoh.

Timun suri kaya akan provitamin A, berfungsi sebagai antioksidan alami pencegah rusaknya sel tubuh. Selain itu, memiliki kandungan Vitamin C yang cukup tinggi. Selain vitamin buah ini kaya dengan mineral esensial seperti kalsium, fosfor dan zat besi.

Berikut mengenai budidaya Timun Suri:

Pengolahan lahan
Cangkul halus tanah yang akan dipakai untuk budidaya timun suri lebih baik ditanam pada tanah datar dan tidak dibuat bedengan. Lalu lakukan pembuatan lubang tanam berukuran 1 x 1 meter, masukkan pupuk kompos atau pupuk kandang kadalam tiap lubang masing-masing sekita 1 kg, lalu diamkan selama 2 hari.

Penanaman benih
Penanaman dilakukan setelah tanah yang diberi pupuk dibiarkan selama 2 hari. Masukkan benih sebanyak 2 biji kedalam setiap lubang tanam lalu kemudian tutup  dan siram secara teratur sampai tanaman tumbuh. Biasanya tanaman tumbuh secara serempak pada 7 hari setelah tanam. Jika ada yang belum tumbuh sampai umur tersebut maka lakukan penyulaman.

Benih biasanya dipakai minimal 1 tahun setelah diproduksi, kekuatannya tergantung pada perawatan dan penyimpanan benih. Biasanya benih bisa digunakan hingga 1,5 tahun.

Pemeliharaan dan Perawatan timun suri
Pada umur 7 hari setelah tanam lakukan penyiangan. Tanaman yang sudah dewasa mampu bersaing dengan gulma. Bahkan jika sudah berbuah, gulma ini menguntungkan karena menjadi alas antara buah dengan tanah. Sehingga buah tidak berhubungan langsung dengan tanah dan terhindar dari serangan cacing dan hewan-hewan yang berasal dari dalam tanah.

Timun suri merupakan tanaman yang bandel dan tahan kekeringan. Untuk itu penanganannya tidak terlalu sulit dan tidak perlu disiram secara rutin.

Pemanenan
Umur tanaman timun suri dari mulai tanam hingga panen pertama berkisar 60-75 hari, tergantung dari varietas benih. Panen dilakukan secara bertahap hingga 10 kali pengambilan.

Buah yang sudah layak panen bisa dilihat dengan cara mengecek buah yang sudah lepas dari tangkainya. Setelah buah dipetik, lakukan pencucian, sortasi dan pengkelasan lalu packing untuk dijual ke pasar ataupun kerumah-rumah. Timun suri mengalami puncak permintaannya setiap bulan puasa sebagai sajian untuk berbuka.


Budidaya Selada

Selada (Lactuca saliva L) merupakan sayuran daun yang berumur semusim dan termasuk dalam famili Compositae. Menurut jenisnya ada yang dapat membentuk krop dan ada pula yang tidak. Jenis yang tidak membentuk krop daun-daunnya berbentuk "rosette". Warna daun selada hijau terang sampai putih kekuningan. Selada jarang dibuat sayur, biasanya hanya dibuat salad atau lalapan.

Selada tumbuh baik di dataran tinggi (pegunungan). Di dataran rendah kropnya kecil-kecil dan cepat berbunga. Pertumbuhan optimal pada tanah yang subur dan banyak mengandung humus, serta mengandung pasir atau lumpur Suhu yang optimal untuk tumbuhnya antara 15-200C, pH tanah antara 5-6,5. Waktu tanam terbaik adalah pada akhir musim hujan. Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau dengan pengairan atau penyiraman yang cukup.

1. Benih
Beberapa jenis selada yang banyak dibudidayakan antara lain adalah:
a. Selada mentega atau juga disebut selada bokor/selada daun. Bentuk kropnya bulat, akan teta pi lepas/keropos.
b. Selada (heading lettuce) atau selada krop. Bentuk krop ada yang bulat ada pula yang lonjong/bulat panjang. Kropnya padat/kompak.
Kebutuhan benih per Ha adalah sebesar +400 gr biji.

2. Persemaian
Biji dapat langsung ditanam di lapangan, tetapi pertumbuhan tanaman lebih baik melalui persemaian. Sebelum disemai, benih direndam dahulu dalam air hangat (500C) atau dalam larutan Previcur N (1 ml/l) selama satu jam. Benih disebar merata pada bedengan persemaian dengan media berupa campuran tanah dan pupuk kandang/kompos (1:1),kemudian ditutup dengan daun pisang selama 2-3 hari.

Bedengan persemaian diberi naungan/atap sc re en/kasa/plastik transparan. Persemaian ditutup dengan screen untuk menghindari serangan OPT. Setelah berumur 7-8 hari, bibit dipindahkan ke dalam bumbunan yang terbuat dari daun pisang/pot plastik dengan media yang sama (tanah dan pupuk kandang steril). Penyiraman dilakukan setiap hari. Bibit siap ditanam di lapangan setelah berumur 3-4 minggu atau sudah mernikki empat sampai Iima daun.

3. Pengolahan Tanah
Tanah dicangkul sedalam 20-30 cm. Kemudian diberi pupuk kandang sebanyak +10 ton/ha, diaduk dan diratakan. Kemudian tanah dibuat bedengan lebar 100-120 cm. Apabila benih akan di tanam langsung, maka dibuat alur/garitan dengan cangkul yang dimiringkan.

Jarak antara garitan ±25 cm. Tetapi apabila benih disemaikan terlebih dahulu maka dibuat lubang tanam dengan jarak 25 cm x25 cm atau 20 cm x30 cm.

4. Penanaman
Penanaman secara langsung dilakukan dengan cara menyebar benih dan ditabur dalam garitan yang telah ditentukan. Jika melalui persemaian, bibit ditanam dengan jarak tanam seperti tersebut di atas, sehingga dalam satu bedengan dapat memuat 4 baris tanaman.

5. Pemupukan
Selain pupuk kandang, diperlukan pupuk Kimia terutama yang mengandung unsur Nitrogen (N) yang tinggi. Pada umur 2 minggu setelah tanam, pupuk N diberikan di dalam garitan sejauh ±5 cm dari tanaman. Kemudian pupuk ditutup dengan tanah. Dosis pupuk dengan unsur Nitrogen ± 60 kg/ha atau pupuk ZA (mengandung unsur Nitrogen dan Sulfur) dengan dosis 300 kg/ha. Pupuk tersebut dapat diberikan dua kali dengan selang 2 minggu,

6. Pemeliharaan
Penjarangan dilakukan jika penanaman dilakukan secara langsung. Penyiraman dilakukan tiap hari sampai selada tumbuh normal, kemudian diulang sesuai kebutuhan. Bila ada tanaman yang mati, segera disulam dan penyiraman dihentikan setelah tanaman berumur 10-15 hari setelah tanam, Penyiangan dan pendangiran dilakukan bersamaan dengan waktu pemupukan pertama dan kedu a.

7. Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)
OPT penting yang menyerang tanaman selada antara lain kutu daun (Myzus persicae) dan penyakit busuk akar karena Rhizoctonia sp.. Pengendalian OPT dilakukan tergantung pada OPT yang menyerang. Apabila diperlukan pestisida, gunakan pestisida yang aman sesuai kebutuhan dengan memperhatikan ketepatan pemilihan jenis, dosis, volume semprot, waktu, interval aplikasi dan cara a plikasi.

8. Panen dan Pascapanen
Tanaman selada dapat dipanen setelah berumur ± 2 bulan. Panen dapat dilakukan dengan cara mencabut batang tanaman dengan akar-akarnya atau memotong pangkal batang. Tanaman yang baik dapat menghasilkan ±15 ton/ha.

Selada cepat layu, sehingga untuk menjaga kualitasnya harus ditempatkan di wadah berisi air.

Sumber:

Kamis, 24 November 2016

Budidaya Tanaman Buah

Budidaya tanaman buah pada umumnya dilakukan di areal yang cukup luas atau di kebun.
beberapa jenis budidaya tanaman buah, antara lain:

1. Nangka

Senin, 31 Oktober 2016

Website Resmi Pemerintah Indonesia


http://indonesia.go.id/

Kementrian
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (http://kemdikbud.go.id/)


Word of Motivation

Sumber/ Link Terkait:

 
Tekad itulah yang secara otomatis akan menstimulir kita menciptakan inisiatif, keberanian, dan strategi. #MR

Jika dasar keinginannya saja tidak kuat, bagaimana kita bisa melancarkan jurus-jurus yang jitu? #MR

Jadi berorientasilah pada harapan untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik dalam upaya mencari uang. #MR

Rabu, 21 September 2016

Pendaftaran Calon Peserta Guru Pembelajar Moda Daring (ONLINE)


Sumber:
https://sim.gurupembelajar.id/

Program Guru Pembelajar sebagai upaya pemerintah (Direktorat GTK Kemdikbud) dalam penyediaan fasilitas publik untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme Guru Indonesia secara berkesinambungan.
Melalui program Guru Pembelajar, Bapak/Ibu Guru akan mendapatkan materi pelatihan dan pendidikan sesuai dengan bidang mata pelajaran keahlian masing-masing yang dibina oleh para tenaga ahli dari P4TK (Pusat Pengembangan dan Pembedayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan).
Salah satu model program Guru Pembelajar adalah moda daring (online) yang memberdayakan teknologi informasi (internet) dalam proses pembelajarannya. Keuntungan dari Moda Daring (Online) bagi para Guru peserta, antara lain:
  1. Tidak perlu meninggalkan tugas mengajar di sekolah.
  2. Fleksibel, belajar kapan saja dan dari mana saja melalui PC/Laptop dan Perangkat Mobile.
  3. Melatih pembelajar lebih mandiri dan meningkatkan literasi dan penguasaan teknologi informasi para Guru.
  4. Mendapatkan Sertifikat resmi dari GTK Kemdikbud.
Syarat bagi Guru calon peserta program Guru Pembelajar Moda Daring sebagai berikut:
  1. Memiliki kemampuan dasar menggunakan Internet.
  2. Memiliki perangkat PC/Laptop atau Mobile Smartphone (Android)
  3. Tercatat sebagai anggota aktif Komunitas GTK (GugusTK/KKG/MGMP)
  4. Telah mengikuti UKG 2015
 Semoga Bermanfaat

Guru Pembelajar

Sumber :
http://www.gurupembelajaronline.com/2016/06/pengertian-dan-program-guru-pembelajar-2016.html
https://gurupembelajar.id/

Pengertian dan Program Guru Pembelajar

Apa itu Guru Pembelajar?, menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Bapak Anies Baswedan ), definisi Guru pembelajar adalah guru yang ideal yang terus belajar dan mengembangkan (upgrade) diri di setiap saat dan di manapun. Guru terus belajar dan mengembangkan diri bukan untuk pemerintah atau kepala sekolah, tapi memang sejatinya setiap pendidik atau guru adalah pembelajar. Hanya dari guru yang terus belajar dan berkarya akan muncul generasi pembelajar sepanjang hayat yang terus menerus berkontribusi pada masyarakat dan lingkungannya. Guru pembelajar adalah guru yang senantiasa terus belajar selama dia mengabdikan dirinya di dunia pendidikan. Oleh karena itu, ketika seorang guru memutuskan untuk berhenti atau tidak mau belajar maka pada saat itu dia berhenti menjadi guru atau pendidik.

Kebijakan Program Guru Pembelajar Kemdikbud
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam sambutan pada Upacara Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2015 mengajak seluruh guru untuk menjadi Guru Pembelajar, guru yang selalu hadir sebagai pendidik dan pemimpin bagi peserta didiknya, guru yang hadir mengirimkan pesan harapan, guru yang makin menjadi contoh tentang ketangguhan, optimisme, dan keceriaan. Guru merupakan seorang pembelajar yang secara terus menerus belajar untuk meningkatkan kualitas dirinya.

Guru merupakan role model atau contoh bagi para peserta didik sehingga tampilan awal guru sangat berpengaruh terhadap kelanjutan pembelajaran para peserta didik. Guru dapat menyajikan proses pembelajaran yang menarik, memberi motivasi, dan menginspirasi dari pengetahuan dan pengalaman guru yang senantiasa diperbaharui dengan berbagai masukan positif yang didapat dari berbagai sumber belajar. Pengetahuan dan pengalaman dapat diperoleh dari buku-buku, televisi, dunia maya/internet, kegiatan seminar pendidikan, serta pendidikan dan  pelatihan.

Dalam proses belajarnya, guru menghasilkan karya dan inovasi yang mencerahkan untuk diaplikasikan dalam proses pembelajaran di kelas sehingga menumbuhkan semua potensi peserta didik dan mereka bukan sekadar bisa meraih, tetapi bisa melampaui cita-citanya. Guru bukan hanya seorang pengajar tetapi lebih dari itu guru merupakan pendidik. Sebagai pendidik guru harus memiliki berbagai kemampuan sebagai kompetensi yang harus dimiliki sebagai pendidik yang profesional.

Ada beberapa alasan mengapa seorang guru harus terus belajar selama dia berprofesi sebagai pendidik, sebagai berikut.

1. Profesi guru merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip profesionalitas memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat.

2. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni menuntut guru untuk harus belajar beradaptasi dengan hal-hal baru yang berlaku saat ini. Dalam kondisi ini, seorang guru dituntut untuk bisa beradaptasi dengan berbagai perubahan yang baru. Adapun kemampuan tersebut bisa diperoleh melalui pelatihan, seminar maupun melalui studi kepustakaan.

3. Karakter peserta didik yang senantiasa berbeda dari generasi ke generasi menjadi tantangan tersendiri bagi seorang guru. Metode pembelajaran yang digunakan pada peserta didik generasi terdahulu akan sulit diterapkan pada peserta didik generasi sekarang. Oleh karena itu, cara ataupun metode pembelajaran yang digunakan guru harus disesuaikan dengan kondisi peserta didik saat ini.

Berdasarkan alasan tersebut di atas, guru pembelajar harus terus belajar, mampu beradaptasi dengan perubahan, dan dapat menginspirasi peserta didik menjadi subjek pembelajar mandiri yang bertanggungjawab, kreatif, dan inovatif.

Semoga bermanfaat. Barokah